Perancangan Basis Data
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh
Selamat datang kembali di Harapan Anak Pontianak.
Saya Ilyas Andi Mulya salah satu mahasiswa Teknik
Universitas Tanjungpura dengan NIM D1041161014 akan membahas tentang bagian dari materi perkuliahan Basis Data yaitu tentang Perancangan
Basis Data.
Dalam membuat Basis Data banyak hal yang harus kita perhatikan.
Salah satunya adalah perancangan dalam membuatnya. Perancangan Basis Data adalah proses menciptakan
suatu Basis Data untuk mendukung
operasi dan tujuan tertentu, Seperti halnya memnuhi kebutuhan pengguna.
Fase-Fase Perancangan
Basis Data
Perancangan Basis Data terdiri dari 6 fase yaitu:
1.
Pengumpulan Data dan Analisis merupakan proses idetifikasi dan analisa.
Digunakan untuk mentukan kebutuhan apa saja bagi sistem. Dalam mengumpulkan
data aktivitas-aktivitas yang perlu dilakukan diantaranya adalah :
1. Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya.
2. Peninjauan dokumentasi yang ada.
3. Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data.
4. Daftar pertanyaan dan wawancara.
2. Perancangan
Basis Data Secara Konseptual merupakan fase membentuk skema konseptual untuk Basis Data yang tergantung pada sebuah
DBMS yang spesifik sehingga mengacu pada high-level model data seperti Entity
Relationship Diagram (ERD). Fase ini mempunyai 2 aktivitas paralel yaitu:
1. Perancangan skema konseptual
2. Perancangan transaksi
3. Pemilihan
DBMS merupakan fase pemilihan
database yang ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya faktor teknik,
ekonomi, dan politik organisasi. Contoh faktor teknik yaitu keberadaan DBMS
dalam menjalankan tugasnya seperti jenis-jenis DBMS (relational, network,
hierarchical), struktur penyimpanan, dan jalur akses yang mendukung DBMS.
Faktor-faktor ekonomi dan organisasi yang mempengaruhi satu sama lain dalam
pemilihan DMBS adalah:
1.
Struktur data, jika
data yan disimpan dalam database mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis
hirarki dari DBMS harus dipirkan.
2.
Personal yang telah
terbiasa dengan suatu sistem, jika staf programmer dalam suatu organisasi sudah
terbiasa dengan suatu DBMS, maka hal ini dapat mengurangi biaya latihan dan
waktu belajar.
3.
Tersedianya layanan
penjual, keberadaan fasilitas pelayanan penjual sangat dibutuhkan untuk
membantu memecahkan beberapa masalah sistem.
4. Perancangan Basis Data Secara Logika merupakan fase dimana skema konseptual
ditransformasikan dari model data high-level ke dalam model dari data DBMS yang
dipilih. Pemetaan tersebut dapat diproses dalam 2 tingkat yaitu:
1. Pemetaan system-independent, pemetaan ke
dalam model data DBMS dengan tidak mempertimbangkan karakteristik atau hal-hal
khusus yang berlaku pada implementasi DBMS dari model data tersebut.
2. Penyesuaian skema ke DBMS yang spesifik,
tahap ini mengatur skema untuk disesuaikan pada implementasi yang khusus di
masa yang akan datang dari suatu model data yang digunakan pada DBMS yang
dipilih.
5. Perancangan
Basis Data Secara Fisik merupakan
fase pemilihan struktur-struktur penyimpanan dan jalur-jalur akses pada dile-file
Basis Data untuk mendapatkan
tampilan terbaik pada bermacam-macam aplikasi. Berikut adalah beberapa petunjuk
dalam pemilihan perancangan Basis Data
secara fisik:
1.
Response time adalah
waktu akses Basis Data untuk data
item yang ditunjuk oleh suatu transaksi. Response time juga dipengaruhi oleh beberapa
faktor yang tidak berada di bawah pengawasan DBMS.
2.
Space utility adalah jumlah
ruang penyimpanan yang digunakan oleh file-file Basis Data dan struktur jalur akses.
3.
Transaction throughput
adalah ata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem Basis Data dan merupakan parameter kritis
dari sistem transaksi. Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur
penyimpanan dan jalur akses untuk file-file Basis Data.
6. Implementasi
Sistem Basis Data merupakan fase dimana Perintah-perintah
dalam DDL dan DML dari DBMS yang dipilih, dihimpun dan digunakan untuk membuat
skema Basis Data dan file-file Basis Data. Pada tahap ini , segala
transaksi database harus dilaksanakan oleh programmer aplikasi seperti menguji
dan menghubungkan spesifikasi secara konseptual dengan kode program sesuai
perintah-perintah dari embedded DML. Kemudian transaksi-transaksi tersebut telah
siap dan data telah dimasukkan ke dalam database.




