Senin, 16 Oktober 2017

Perancangan Basis Data

Perancangan Basis Data
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Selamat datang kembali di Harapan Anak Pontianak.
Saya Ilyas Andi Mulya salah satu mahasiswa Teknik Universitas Tanjungpura dengan NIM D1041161014 akan membahas tentang bagian dari materi perkuliahan Basis Data yaitu tentang Perancangan Basis Data.


Dalam membuat Basis Data banyak hal yang harus kita perhatikan. Salah satunya adalah perancangan dalam membuatnya. Perancangan Basis Data adalah proses menciptakan suatu Basis Data untuk mendukung operasi dan tujuan tertentu, Seperti halnya memnuhi kebutuhan pengguna.

Fase-Fase Perancangan Basis Data
Perancangan Basis Data terdiri dari 6 fase yaitu:

1.      Pengumpulan Data dan Analisis merupakan proses idetifikasi dan analisa. Digunakan untuk mentukan kebutuhan apa saja bagi sistem. Dalam mengumpulkan data aktivitas-aktivitas yang perlu dilakukan diantaranya adalah :

1. Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya.
2. Peninjauan dokumentasi yang ada.
3. Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data.
4. Daftar pertanyaan dan wawancara.

2.      Perancangan Basis Data Secara Konseptual merupakan fase membentuk skema konseptual untuk Basis Data yang tergantung pada sebuah DBMS yang spesifik sehingga mengacu pada high-level model data seperti Entity Relationship Diagram (ERD). Fase ini mempunyai 2 aktivitas paralel yaitu:

1. Perancangan skema konseptual
2. Perancangan transaksi

3.      Pemilihan DBMS merupakan fase pemilihan database yang ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya faktor teknik, ekonomi, dan politik organisasi. Contoh faktor teknik yaitu keberadaan DBMS dalam menjalankan tugasnya seperti jenis-jenis DBMS (relational, network, hierarchical), struktur penyimpanan, dan jalur akses yang mendukung DBMS. Faktor-faktor ekonomi dan organisasi yang mempengaruhi satu sama lain dalam pemilihan DMBS adalah:
1.   Struktur data, jika data yan disimpan dalam database mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari DBMS harus dipirkan.
2.   Personal yang telah terbiasa dengan suatu sistem, jika staf programmer dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan suatu DBMS, maka hal ini dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar.
3.   Tersedianya layanan penjual, keberadaan fasilitas pelayanan penjual sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan beberapa masalah sistem.

4.     Perancangan Basis Data Secara Logika merupakan fase dimana skema konseptual ditransformasikan dari model data high-level ke dalam model dari data DBMS yang dipilih. Pemetaan tersebut dapat diproses dalam 2 tingkat yaitu:

1. Pemetaan system-independent, pemetaan ke dalam model data DBMS dengan tidak mempertimbangkan karakteristik atau hal-hal khusus yang berlaku pada implementasi DBMS dari model data tersebut.
2. Penyesuaian skema ke DBMS yang spesifik, tahap ini mengatur skema untuk disesuaikan pada implementasi yang khusus di masa yang akan datang dari suatu model data yang digunakan pada DBMS yang dipilih.

5.      Perancangan Basis Data Secara Fisik merupakan fase pemilihan struktur-struktur penyimpanan dan jalur-jalur akses pada dile-file Basis Data untuk mendapatkan tampilan terbaik pada bermacam-macam aplikasi. Berikut adalah beberapa petunjuk dalam pemilihan perancangan Basis Data secara fisik:

1.      Response time adalah waktu akses Basis Data untuk data item yang ditunjuk oleh suatu transaksi. Response time juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang tidak berada di bawah pengawasan DBMS.
2.      Space utility adalah jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh file-file Basis Data dan struktur jalur akses.
3.      Transaction throughput adalah ata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem Basis Data dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi. Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file Basis Data.


6.      Implementasi Sistem Basis Data merupakan fase dimana Perintah-perintah dalam DDL dan DML dari DBMS yang dipilih, dihimpun dan digunakan untuk membuat skema Basis Data dan file-file Basis Data. Pada tahap ini , segala transaksi database harus dilaksanakan oleh programmer aplikasi seperti menguji dan menghubungkan spesifikasi secara konseptual dengan kode program sesuai perintah-perintah dari embedded DML. Kemudian transaksi-transaksi tersebut telah siap dan data telah dimasukkan ke dalam database.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar