Minggu, 16 September 2018

Managemen Proyek

Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarrakatuh


Selamat datang kembali di Harapan Anak Pontianak.
Saya Ilyas Andi Mulya salah satu mahasiswa Teknik Universitas Tanjungpura dengan NIM D1041161014 akan membahas tentang bagian materi perkuliahan Managemen Proyek Perangkat Lunak yaitu Managemen Proyek.

Managemen Proyek
Managemen proyek adalah sebuah proses mengatur, mengelola, dan mengontrol sumber daya pada perusahaan untuk suatu proyek. Sumber daya yang diperlukan disediakan oleh masing-masing stakeholder.

Acuan Pada Managemen Project
Acuan merupakan salah satu hal yang penting dalam menjalankan suatu proyek, acuan agar suatu proyek dapat dijalankan ada 3 yaitu :

1. Scope : Kualitas dari produk yang dihasilkan, produk harus sesuai dengan yang diinginkan oleh client.

2. Time  : Waktu yang diperlukan untuk mengerjakan suatu proyek. Semakin cepat maka semakin bagus.
3. Cost   : Biaya yang diperlukan dalam mengerjakar suatu proyek. Hasil yang baik dari suatu proyek ditentukan dari biaya yang dikeluarkan, semakin sedikit yang dikeluarkan maka semakin baik.

Dengan kata lain, 3 acuan yang telah dijelaskan terhubung satu sama lain. 3 hal tersebut sangat mempengaruhi satu sama lain. Semakin baik kualitas produk maka semakin lama waktu yang diperlukan dan semakin banyak biaya yang dikeluarkan.

Resiko Dalam Managemen Project
Dalam menjalankan suatu proyek tentunya ada resiko yang akan dihadapi dan harus ditanggung jika terjadi, diantaranya yaitu :

1. Resiko Operasional : Resiko yang berhubungan dengan operasi dalam organisasi, contohnya resiko dalam proses pengerjaan proyek.
2. Resiko Finansial : Resiko yang menyerang pada keuangan dalam menjalankan proyek.
3. Resiko Strategi : Resiko yang lebih menitik beratkan pada selera dari client.

Resiko diatas merupakan hal biasa yang dihadapi dalam menjalankan suatu proyek, tidak heran jika dalam suatu proyek terjadi perubahan kelompok kerja, perubahan rencana, dan pengeluaran yang berlebihan.

Kesimpulannya managemen proyek merupakan hal yang sangat penting karena karena harus mengatur, mengelola, dan mengontrol sumber daya yang ada dengan acuan yang saling berhubungan serta resiko yang bisa datang kapanpun.

Sekian dari saya tentang penyampaian materi Managemen ProyekJika ada kekurangan mohon untuk ditambahkan di kolom komentar.

Sabtu, 01 September 2018

Proyek dan Hubungannya dengan Manajemen Proyek Perangkat Lunak

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh


Selamat datang kembali di Harapan Anak Pontianak.
Saya Ilyas Andi Mulya salah satu mahasiswa Teknik Universitas Tanjungpura dengan NIM D1041161014 akan membahas tentang bagian materi perkuliahan Manajemen Proyek Perangkat Lunak yaitu Proyek dan Hubungannya dengan Manajemen Proyek Perangkat Lunak.

Proyek
Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara dan dikerjakan dalam waktu yang telah ditentukan untuk mencapai suatu tujuan. Proyek sendiri dibedakan menjadi beberapa jenis diantaranya adalah proyek konstruksi bangunan dan proyek perangkat lunak.

Hubungan Proyek dengan Manajemen Proyek Perangkat Lunak
Hubungan antara keduanya adalah proyek yang dikerjakan hanya bertujuan untuk menghasilkan perangkat lunak (Software). Dalam mengerjakan proyek perangkat lunak ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dan terpenuhi, yaitu:

1. Biaya
Dalam pengejaan sebuah proyek pastinya diperlukan biaya berupa uang untuk membeli material yang dibutuhkan dan membayar tenaga kerja yang terlibat. 

2. Waktu
Sebuah proyek memiliki batas waktu yang ditentukan untuk pengerjaannya, maka dari itu sebuah tim yang mengerjakan sebuah harus bisa memanajemen waktu dalam pengerjaan sebuah proyek.

3. Kerja Tim
Sebuah tim diperlukan dalam membuat sebuah proyek. Dengan adanya tim sebuah proyek akan menjadi lebih mudah dan lebih cepat terselesaikan.  

4. Tujuan
Tujuan merupakan hal yang ingin dicapai dalam sebuah proyek, dimana proyek tersebut berhasil atau gagal. Tujuan juga menjadi faktor untuk biaya yang harus dikerjakan dan waktu untuk proyek tersebut berlangsung.

Sekian dari saya tentang penyampaian materi Proyek dan Hubungannya dengan Manajemen Proyek Perangkat LunakJika ada kekurangan mohon untuk ditambahkan di kolom komentar.

Rabu, 28 Maret 2018

Analisis dan Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Selamat datang kembali di Harapan Anak Pontianak.
Saya Ilyas Andi Mulya salah satu mahasiswa Teknik Universitas Tanjungpura dengan NIM D1041161014 akan membahas tentang bagian materi perkuliahan Analisis dan Perancangan Sistem yaitu Analisis dan Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak.

Analisis
Analisis adalah aktivitas yang memuat sejumlah kegiatan seperti mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu kemudian dicari kaitannya dan ditafsirkan maknanya.

Analisis Sistem
Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidetifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.

Tahapan Dalam Menganalisi Sistem
1. Definisikan masalahnya.
2. Pahami sistem tersebut dan buat definisinya.
3. Alternatif apa saja yang tersedia untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan modifikasi sistem tersebut.
4. Pilih salah satu alternatif yang telah dirumuskan pada tahapan nomor 3.
5. Terapkan alternatif tersebut.
6. Jika memungkinkan, harus mencoba mengevaluasikan dampak dari perubahan yang telah dilakukan terhadap sistem.

Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak
Metodologi pengembangan perangkat lunak adalah suatu kerangka kerja yang digunakan untuk menstrukturkan, merencanakan, dan mengendalikan proses pengembangan suatu sistem informasi. Banyak ragam kerangka kerja yang telah dikembangkan selama ini, yang masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan sendiri-sendiri.
Suatu metodologi pengembangan sistem tidak harus cocok untuk digunakan untuk semua proyek. Masing-masing metodologi mungkin cocok diterapkan untuk suatu proyek tertentu, berdasarkan berbagai pertimbangan teknis, organisasi, proyek, serta tim. Dalam pengembangan suatu perangkat lunak, terdapat berbagai bentuk metodologi yaitu :
1.  Model Waterfall
2.  Model Sekuensial Linier
3.  Model Prototype
4.  Model RAD (Rapid Application Development)
5.  Model Incremental
6.  Model Spiral

Model Waterfall
Model waterfall merupakan model klasik yang sederhana dengan aliran sistem yang linier. Output dari setiap tahap merupakan input bagi tahap berikutnya. Model ini telah diperoleh dari proses rekayasa lainnya dan menawarkan cara pembuatan rekayasa perangkat lunak secara lebih nyata.

Berikut adalah tahapan model waterfall dalam pengembangan perangkat lunak:
1.     Requirement definition : Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software.
2.     Design : Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai.
3.     Coding : Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding.
4.     Testing : Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga dengan software.
5.     Maintenance : Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu.

 Kelebihan
1.     Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
2.     Cocok untuk system software berskala besar.
3.     Cocok untuk system software yang bersifat generik.
4.     Pengerjaan project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.

Kelemahan
1.     Waktu pengembangan lama. hal ini dikarenakan input tahap berikutnya adalah output dari tahap sebelumnya.
2.     Biaya yang mahal.
3.     Terkadang perangkat lunak yang dihasilkan tidak akan digunakan karena sudah tidak sesuai dengan requirement bisnis customer.
4.     Karena tahap-tahapan pada waterfall tidak dapat berulang, maka model ini tidak cocok untuk pemodelan pengembangan sebuah proyek yang memiliki kompleksitas tinggi.
5.     Meskipun waterfall memiliki banyak kelemahan yang dinilai cukup fatal, namun model ini merupakan dasar bagi model-model lain yang dikembangkan setelahnya.

Sekian dari saya tentang penyampaian materi Analisis dan Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak Jika ada kekurangan mohon untuk ditambahkan di kolom komentar.

Rabu, 14 Maret 2018

Analisis dan Perancangan Sistem

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Selamat datang kembali di Harapan Anak Pontianak.
Saya Ilyas Andi Mulya salah satu mahasiswa Teknik Universitas Tanjungpura dengan NIM D1041161014 akan membahas tentang bagian materi perkuliahan Analisis dan Perancangan Sistem yaitu Sistem.

Sistem
Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan.

Klarifikasi Sistem
Sistem dapat diklarifikasikan menjadi banyak sistem, berikut adalah sistem yang sudah diklarifikasikan:
1.     Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
Sistem abstrak adalah sistem yang tidak tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik, misalnya sistem komputer dan sistem produksi.

2.     Sistem Alamiah dan Sistem Buatan
Sistem alamiah adalah sistem yang terbentuk dari alam, misalnya sistem tata surya. Sedangkan sistem buatan adalah sistem yang melibatkan hubungan manusia dan mesin, salah satunya adalah sistem informasi.

3.     Sistem Deterministik dan Sistem Probabilistik
Sistem deterministik adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi, contohnya sistem komputer. Sedangkan sistem probabilistik adalah sistem yang tingkha lakunya tidak dapat diprediksi karena mengandung hukum probabilitas.


Karakteristik Sistem
Sebuah sistem pastinya memiliki karakteristik yang didalamnya terdiri dari komponen-komponen, batasan (boundary), lingkungan luar sistem (environment), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process), sasaran (objective).
1.     Komponen Sistem
Sistem terdiri dari komponen-konponen yang saling berinteraksi. yang lebih kecil yang disebut sub sistem, misalkan sistem komputer terdiri dari sub sistem yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri.

2.     Batasan Sistem (boundary)
Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.

3.     Lingkungan Luar Sistem (environment)
Lingkungan luar sistem adalah apapun di luar batasan dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat merugikan.

4.     Penghubung (interface)
Penghubung merupakan media perantara antar sub sistem. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya.

5.     Masukan (input)
Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa maintenance input dan sinyal input. Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Sinyal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.

6.     Keluaran (output)
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain.

7.     Pengolah (process)
Pengolah merupakan bagian dari sistem yang memproses masukan menjadi keluaran.

8.     Sasaran (objective)
Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.


Syarat-Syarat Sistem
Syarat-syarat yang harus dimiliki sistem adalah
1.     Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan suatu tujuan.
2.     Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
3.     Adanya hubungan antara elemen sistem.
4.     Memiliki proses.


Metode Sistem
Metode sistem dibagi menjadi 2
1.     Black Box Approach
Suatu sistem dimana input dan outputnya dapat didefinisikan tetapi prosesnya tidak diketahui atau tidak terdefinisi. Contohnya : Sistem pernafasan, sistem pencernaan.

2.     Analytic System
Sistem  yang  mencoba  untuk  melihat  hubungan  seluruh  masalah  untuk menyelidiki kesistematisan tujuan dari sistem.


Sekian dari saya tentang penyampaian materi Sistem Jika ada kekurangan mohon untuk ditambahkan di kolom komentar.

Senin, 16 Oktober 2017

Perancangan Basis Data

Perancangan Basis Data
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Selamat datang kembali di Harapan Anak Pontianak.
Saya Ilyas Andi Mulya salah satu mahasiswa Teknik Universitas Tanjungpura dengan NIM D1041161014 akan membahas tentang bagian dari materi perkuliahan Basis Data yaitu tentang Perancangan Basis Data.


Dalam membuat Basis Data banyak hal yang harus kita perhatikan. Salah satunya adalah perancangan dalam membuatnya. Perancangan Basis Data adalah proses menciptakan suatu Basis Data untuk mendukung operasi dan tujuan tertentu, Seperti halnya memnuhi kebutuhan pengguna.

Fase-Fase Perancangan Basis Data
Perancangan Basis Data terdiri dari 6 fase yaitu:

1.      Pengumpulan Data dan Analisis merupakan proses idetifikasi dan analisa. Digunakan untuk mentukan kebutuhan apa saja bagi sistem. Dalam mengumpulkan data aktivitas-aktivitas yang perlu dilakukan diantaranya adalah :

1. Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya.
2. Peninjauan dokumentasi yang ada.
3. Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data.
4. Daftar pertanyaan dan wawancara.

2.      Perancangan Basis Data Secara Konseptual merupakan fase membentuk skema konseptual untuk Basis Data yang tergantung pada sebuah DBMS yang spesifik sehingga mengacu pada high-level model data seperti Entity Relationship Diagram (ERD). Fase ini mempunyai 2 aktivitas paralel yaitu:

1. Perancangan skema konseptual
2. Perancangan transaksi

3.      Pemilihan DBMS merupakan fase pemilihan database yang ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya faktor teknik, ekonomi, dan politik organisasi. Contoh faktor teknik yaitu keberadaan DBMS dalam menjalankan tugasnya seperti jenis-jenis DBMS (relational, network, hierarchical), struktur penyimpanan, dan jalur akses yang mendukung DBMS. Faktor-faktor ekonomi dan organisasi yang mempengaruhi satu sama lain dalam pemilihan DMBS adalah:
1.   Struktur data, jika data yan disimpan dalam database mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari DBMS harus dipirkan.
2.   Personal yang telah terbiasa dengan suatu sistem, jika staf programmer dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan suatu DBMS, maka hal ini dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar.
3.   Tersedianya layanan penjual, keberadaan fasilitas pelayanan penjual sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan beberapa masalah sistem.

4.     Perancangan Basis Data Secara Logika merupakan fase dimana skema konseptual ditransformasikan dari model data high-level ke dalam model dari data DBMS yang dipilih. Pemetaan tersebut dapat diproses dalam 2 tingkat yaitu:

1. Pemetaan system-independent, pemetaan ke dalam model data DBMS dengan tidak mempertimbangkan karakteristik atau hal-hal khusus yang berlaku pada implementasi DBMS dari model data tersebut.
2. Penyesuaian skema ke DBMS yang spesifik, tahap ini mengatur skema untuk disesuaikan pada implementasi yang khusus di masa yang akan datang dari suatu model data yang digunakan pada DBMS yang dipilih.

5.      Perancangan Basis Data Secara Fisik merupakan fase pemilihan struktur-struktur penyimpanan dan jalur-jalur akses pada dile-file Basis Data untuk mendapatkan tampilan terbaik pada bermacam-macam aplikasi. Berikut adalah beberapa petunjuk dalam pemilihan perancangan Basis Data secara fisik:

1.      Response time adalah waktu akses Basis Data untuk data item yang ditunjuk oleh suatu transaksi. Response time juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang tidak berada di bawah pengawasan DBMS.
2.      Space utility adalah jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh file-file Basis Data dan struktur jalur akses.
3.      Transaction throughput adalah ata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem Basis Data dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi. Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file Basis Data.


6.      Implementasi Sistem Basis Data merupakan fase dimana Perintah-perintah dalam DDL dan DML dari DBMS yang dipilih, dihimpun dan digunakan untuk membuat skema Basis Data dan file-file Basis Data. Pada tahap ini , segala transaksi database harus dilaksanakan oleh programmer aplikasi seperti menguji dan menghubungkan spesifikasi secara konseptual dengan kode program sesuai perintah-perintah dari embedded DML. Kemudian transaksi-transaksi tersebut telah siap dan data telah dimasukkan ke dalam database.

Senin, 09 Oktober 2017

DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS)

DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS)
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh


Selamat datang kembali di Harapan Anak Pontianak.
Saya Ilyas Andi Mulya salah satu mahasiswa Teknik Universitas Tanjungpura dengan NIM D1041161014 akan membahas tentang bagian dari materi perkuliahan Basis Data yaitu Database Management System (DBMS).





    DataBase Management System (DBMS) adalah sebuah sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang dibutuhkan banyak penggunanya.

Komponen yang ada pada DBMS, yaitu:
1.      Pengguna (User).
2.      Perangkat Keras (Hardware).
3.      Perangkat Lunak (Software).
4.      Data.

Abstraksi Data
    Pada saat ingin membuat DBMS, Abstraksi Data merupakan awal dari proses pembuatan meliputi Level External View, Conceptual View, dan Internal atau Physical ViewAbstraksi Data adalah Level tertinggi dari semua pemikiran mencakup gambaran dasar dari suatu sistem yang mengacu pada Arsitektur Perangkat Lunak. 

1.      External View merupakan level tertinggi pada abstraksi data. Pada level ini pengguna hanya perlu mengenal struktur data sederhana berisi satu hal yang mendasari terbentuknya sistem tersebut sehingga dapat berorientasi pada kebutuhan pengguna atau kebutuhan fungsional.

2.      Conceptual View merupakan Level yang menjabarkan relasi Kebutuhan Fungsional sehingga menunjukkan hubungan masing-masing entitas

3.      Physical View merupakan Level Terendah pada abstraksi data, yang menggambarkan bagaimana data disimpan dalam kondisi sebenarnya. Level ini sangat kompleks karena struktur data dijelaskan secara rinci.

Model Penghubung Tabel
    Dibawah ini adalah Beberapa macam model penghubung tabel yang digunakan dalam pembuatan DBMS, yaitu:

1.      Model Hirarki adalah model yang mengikuti pola hirarki pada suatu organisasi atau pada silsilah keluarga, dimana terdapat rekaman data yang berfungsi sebagai "Pemimpin" dan ada yang berfungsi sebagai "Anggota". Dalam Model ini seorang "Pemimpin" bisa memiliki banyak "Anggota", tetapi seorang "Anggota" hanya boleh memiliki satu "Pemimpin". Jadi, Model Hirarki melihat turunan untuk menentukan. berikut contoh model Hirarki:


2.      Model Jaringan adalah model basis data yang merepresentasikan data sebagai koleksi turunan dan hubungan antar turunan direpresentasikan sebagai pointer. jadi, Model Jaringan merupakan pengembangan dari model hirarki yang memiliki kelemahan dalam mengelola hubungan. berikut contoh Model Jaringan:


3.      Model Relasi adalah model basis data yang menggunakan tabel untuk menggambarkan sebuah berkas data sehingga dapat mementukan relasi antara objek dan atribut. berikut contoh Model Relasi:


DDL dan DML
    Dibawah ini adalah beberapa istilah atau bahasa yang digunakan pada pembuatan DBMS, yaitu:

1.      DDL atau Data Definition Language adalah kumpulan perintah SQL yang dapat digunakan untuk membuat dan mengubah struktur dan definisi tipe data dari objek-objek database seperti tabel, index, trigger, view, dan lain-lain.

2.      DML atau Data Manipulation Language adalah kumpulan perintah SQL yang berhubungan dengan pekerjaan mengolah data di dalam table.

Bahasa Structured Query Language (SQL) adalah sebuah bahasa yang digunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional.



   Sekian dari saya tentang penyampaian materi DBMS. Jika ada kekurangan mohon untuk ditambahkan di kolom komentar.