Rabu, 28 Maret 2018

Analisis dan Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Selamat datang kembali di Harapan Anak Pontianak.
Saya Ilyas Andi Mulya salah satu mahasiswa Teknik Universitas Tanjungpura dengan NIM D1041161014 akan membahas tentang bagian materi perkuliahan Analisis dan Perancangan Sistem yaitu Analisis dan Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak.

Analisis
Analisis adalah aktivitas yang memuat sejumlah kegiatan seperti mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu kemudian dicari kaitannya dan ditafsirkan maknanya.

Analisis Sistem
Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidetifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.

Tahapan Dalam Menganalisi Sistem
1. Definisikan masalahnya.
2. Pahami sistem tersebut dan buat definisinya.
3. Alternatif apa saja yang tersedia untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan modifikasi sistem tersebut.
4. Pilih salah satu alternatif yang telah dirumuskan pada tahapan nomor 3.
5. Terapkan alternatif tersebut.
6. Jika memungkinkan, harus mencoba mengevaluasikan dampak dari perubahan yang telah dilakukan terhadap sistem.

Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak
Metodologi pengembangan perangkat lunak adalah suatu kerangka kerja yang digunakan untuk menstrukturkan, merencanakan, dan mengendalikan proses pengembangan suatu sistem informasi. Banyak ragam kerangka kerja yang telah dikembangkan selama ini, yang masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan sendiri-sendiri.
Suatu metodologi pengembangan sistem tidak harus cocok untuk digunakan untuk semua proyek. Masing-masing metodologi mungkin cocok diterapkan untuk suatu proyek tertentu, berdasarkan berbagai pertimbangan teknis, organisasi, proyek, serta tim. Dalam pengembangan suatu perangkat lunak, terdapat berbagai bentuk metodologi yaitu :
1.  Model Waterfall
2.  Model Sekuensial Linier
3.  Model Prototype
4.  Model RAD (Rapid Application Development)
5.  Model Incremental
6.  Model Spiral

Model Waterfall
Model waterfall merupakan model klasik yang sederhana dengan aliran sistem yang linier. Output dari setiap tahap merupakan input bagi tahap berikutnya. Model ini telah diperoleh dari proses rekayasa lainnya dan menawarkan cara pembuatan rekayasa perangkat lunak secara lebih nyata.

Berikut adalah tahapan model waterfall dalam pengembangan perangkat lunak:
1.     Requirement definition : Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software.
2.     Design : Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai.
3.     Coding : Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding.
4.     Testing : Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga dengan software.
5.     Maintenance : Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu.

 Kelebihan
1.     Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
2.     Cocok untuk system software berskala besar.
3.     Cocok untuk system software yang bersifat generik.
4.     Pengerjaan project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.

Kelemahan
1.     Waktu pengembangan lama. hal ini dikarenakan input tahap berikutnya adalah output dari tahap sebelumnya.
2.     Biaya yang mahal.
3.     Terkadang perangkat lunak yang dihasilkan tidak akan digunakan karena sudah tidak sesuai dengan requirement bisnis customer.
4.     Karena tahap-tahapan pada waterfall tidak dapat berulang, maka model ini tidak cocok untuk pemodelan pengembangan sebuah proyek yang memiliki kompleksitas tinggi.
5.     Meskipun waterfall memiliki banyak kelemahan yang dinilai cukup fatal, namun model ini merupakan dasar bagi model-model lain yang dikembangkan setelahnya.

Sekian dari saya tentang penyampaian materi Analisis dan Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak Jika ada kekurangan mohon untuk ditambahkan di kolom komentar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar